IMEI Android hilang? Ponsel tidak bisa sms atau telpon? Rooting sajahh..

Yap, rooting adalah salah satu cara untuk mengembalikan IMEI Ponsel yang hilang.

Singkat. IMEI -> International Mobile Station Equipment Identity. IMEI terdiri dari 15 digit angka. Memuat informasi/metadata ponsel seperti vendor ponsel, tipe/model ponsel, MAC dan lain sebagainya. Cek IMEI gunakan tombol *#06# pada tombol panggil.

Kenapa harus rooting? karena dengan Rooting selain anda memperoleh kembali IMEI anda (dengan sedikit perasan keringat dan beberapa klik mouse), anda juga akan memperoleh full privileged atas perangkat ponsel anda dimana anda dapat mengatur semua aplikasi baik bawaan, system maupun aplikasi instalan didalam ponsel anda, entahkah menghapusnya, suspend ataupun dikasi makan ke kucing juga boleh (Lol, bercanda ya -_-).. dan dengan sedikit tweaking anda dapat mempercepat kecepatan ponsel anda.

Intinya anda sendiri adalah pemilik segala sesuatu didalam ponsel anda, namun dengan begitu ponsel anda tidak lagi diproteksi sepenuhnya oleh system, sehingga anda perlu menjaga agar tidak ada virus ataupun malware yang masuk ke ponsel anda.

Sebelum memulai rooting, anda perlu menyiapkan beberapa hal berikut termasuk juga Aplikasi Root yang akan anda gunakan (saya akan membahas 4 aplikasi yang sudah pernah saya buktikan keberhasilannya). Persiapan meliputi:

  • Install Universal ADB Driver pada Windows anda, install juga All MTK USB Driver. Untuk memperolehnya silahkan kunjungi link yang sudah sertakan pada nama Driver. Kedua Driver ini digunakan untuk memastikan koneksi ponsel anda ke komputer dapat terhubung dengan lancar.
  • Masuk ke mode developer di ponsel anda, caranya buka menu pengaturan, kemudian masuk ke menu “Tentang Perangkat”, pada bagian paling bawah (“Versi kernel”) ketuk berulang-ulang hingga muncul pesan “Anda sekarang telah menjadi developer”, jika masih binggung cari saja di google : cara mengaktifkan Debug Mode pada android tipe anda. Setelah keluar dari menu Tentang Perangkat dan masuk ke “Opsi Pengembang”  dan cari Debug Mode dan aktifkan USB Debugging Mode, kemudian pada menu pengaturan “Keamanan” bagian “Administrasi Perangkat” nyalakan “Sumber tidak dikenal”.
    Debug mode diaktifkan agar Aplikasi Root dapat memperoleh akses ke area firmware perangkat yang notabene diproteksi oleh Vendor OS Android. Sedangkan Pengaturan keamanan untuk Administrasi perangkat dinyalakan agar aplikasi link root dapat diinstall pada perangkat anda. Kedua prosedur ini wajib dilakukan untuk semua ponsel android yang akan diroot dan berlaku untuk semua aplikasi rooting yang digunakan.
  • Siapkan koneksi internet yang lancar untuk komputer anda dan ponsel anda jika ada kasus kegagalan rooting menggunakan aplikasi desktop.
  • Install Aplikasi Rooting. Berikut ini ada beberapa Aplikasi Rooting yang cukup mudah digunakan (One Click), diantaranya;

KingRoot

Aplikasi Root yang kompatible dengan windows 7 keatas. Untuk sekarang, dukungan versi Android yang dapat di Root oleh Aplikasi ini adalah Android versi 4.4 ke bawah.  Jadi kalau anda memiliki ponsel dengan versi android yang lebih diatas, anda dapat mencobanya. Jangan kuatir, sebab aplikasi-aplikasi yang akan saya bahas ini, jika memang tidak mendukung perangkat maka aplikasi tidak akan memaksa untuk me-rooting perangkat anda. Selain itu, aplikasi-aplikasi ini adalah aplikasi rooting berbasis Cloud, sehingga semua driver dan kebutuhan rooting yang sesuai akan diambil dari Cloud dengan database dan metode rooting yang cukup lengkap.

Setelah menginstall aplikasi KingRoot pada komputer anda, jalankan aplikasi tersebut, dan siapkan ponsel anda, setelah aplikasi siap, hubungkan ponsel dengan komputer melalui USB, jika ada port USB 3.0 maka gunakan port tersebut, ini dimaksud agar transfer data dapat dilakukan dengan lebih cepat mengingat USB 3.0 memiliki kecepatan transfer yang lebih baik dibanding USB 2 dan jika perangkat anda tidak mendukung koneksi USB 3.0 maka transfer data tetap akan terjadi namun lebih lambat. Jadi tidak ada salahnya dicoba. (tebakan saya saja sih.. :3 )

Setelah terkoneksi, akan muncul tombol “Root”, klik dan tunggu hingga selesai. Jika gagal maka perangkat anda tidak akan kenapa-kenapa jadi tenang saja.

Kingo root

Mirip dengan KingRoot namun dalam beberapa kasus, KingoRoot ternyata lebih baik, karena hingga android versi 5.1 masih dapat di root oleh aplikasi ini, beberapa kali gagal ketika me-root android versi 6.0. Didalam website resmi kingoroot juga diakui bahwa belum ada metode aman untuk melakukan rooting pada android versi 6.0 sehingga anda dapat melakukannya secara manual. Untuk referensi ini dapat anda baca disini -> https://www.kingoapp.com/root-tutorials/how-to-root-android-marshmallow-6.0.htm

Cukup lakukan langkah persiapan dan jika sudah dipersiapkan maka jalankan aplikasi KingoRoot dan hubungkan ponsel ke komputer, kemudian pilih “Root”. Jika gagal menggunakan aplikasi desktop maka KingoRoot akan menawarkan metode Root menggunakan versi android, anda dapat mencobanya.

Jika memang tidak ada metode yang cocok maka aplikasi akan memberikan feedback kepada website KingoRoot untuk dicarikan metode yang cocok.

Wondershare TunesGo

Aplikasi ini sebenarnya adalah aplikasi manajemen Smartphone (mirip dengan PC Suite) namun aplikasi ini memiliki fitur tambahan yaitu root. Sama halnya dengan kedua aplikasi sebelumnya, Wondershare ini juga menerapkan sekali klik dengan jaminan bahwa ponsel anda tidak akan di root jika memang tidak ada metode yang cocok. Btw, aplikasi ini buatan Cina.

iRoot

Ini juga buatan Cina, One Click Root juga dan cara install dan pakainya mirip dengan 3 aplikasi sebelumnya.

Catatan: yang paling tinggi tingkat keberhasilan selama ini menurut pengalaman saya adalah yang nomor 2; KingoRoot.

Kembali ke pokok utama, Setelah selesai Rooting, anda dapat menggunakan Play Store untuk mendownload Aplikasi Chamelephon yaitu aplikasi sederhana untuk mengganti IMEI anda, setelah diinstall, cukup jalankan dan pilih saja “Generate Random IMEI” jika memang anda tidak ingat seperti apa IMEI anda. Setelah itu restart Ponsel anda dan cek apakah IMEI sudah jadi atau belum. Kalau sudah syukur, kalau belum, gunakan aplikasi root checker dari Playstore untuk memeriksa ulang apakah perangkat anda sudah benar-benar dirooting atau belum,

Sekian dulu, kalau bingung tanya dikomentar, ntar saya bantu dari jarak jauh, setidaknya dengan doa duluan. 🙂

JJ.

r4ndiel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *