ALGORITMA

1. 1. ALGORITMA

Algoritma adalah urutan aksi-aksi yang dinyatakan dengan jelas dan tidak rancu

untuk memecahkan suatu masalah dalam rentang waktu tertentu. Setiap aksi harus dapat

dikerjakan dan mempunyai efek tertentu.


Algoritma dapat dituliskan dengan banyak cara, mulai dari menggunakan bahasa

alami yang digunakan sehari-hari, simbol grafik bagan alir, sampai menggunakan bahasa

pemograman seperti bahasa C atau C++.

Algoritma adalah urutan langkah logis tertentu untuk memecahkan suatu masalah.

  • Urutan langkah logis, yang berarti algoritma harus mengikuti suatu urutan tertentu, tidak boleh melompat-lompat.(Dari Microsoft Press Computer and Internet Dictionaary 1997, 1998)
  • Alur pemikiran dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang dituangkan secara tertulis.

oleh karena algoritma adalah alur pemikiran sesorang maka algoritma masing-masing orang dapat berbeda walaupun untuk satu masalah saja…

beberapa Jenis Proses Algoritma

Sequence Process: instruksi dikerjakan secara sekuensial, berurutan.

Selection Process: instruksi dikerjakan jika memenuhi kriteria tertentu

Iteration Process: instruksi dikerjakan selama memenuhi suatu kondisi tertentu.

Concurrent Process: beberapa instruksi dikerjakan secara bersama.

contoh :

  • algoritma untuk memasak air

siapkan dandang, air, kompor

masukan air kedalam dandang dan tutup dandang

nyalakan kompor

letakan dandang di atas kompor

apakah dudukannya sudah benar

jika ya, biarkan

jika tidak, betulkan

apakah air sudah mendidih

jika ya, matikan kompor dan saring airnya kedalam wadah

jika belum mendidih, biarkan

selesai

  • Jika seseorang ingin mengirim surat kepada kenalannya di tempat lain, langkah yang harus dilakukan adalah:

Menulis surat

Surat dimasukkan ke dalam amplop tertutup

Amplop ditempeli perangko secukupnya.

Pergi ke Kantor Pos terdekat untuk mengirimkannya

Dalam bidang komputer, algoritma sangat diperlukan dalam menyelesaikan berbagai masalah pemrograman, terutama dalam komputasi numeris.

Tanpa algoritma yang dirancang baik maka proses pemrograman akan menjadi salah, rusak, atau lambat dan tidak efisien

Contoh : Buat algoritma untuk menentukan apakah suatu bilangan merupakan bilangan ganjil atau bilangan genap.
Algoritmanya :
1. Bagi bilangan dengan bilangan 2
2. Hitung sisa hasil bagi pada langkah 1.
3. Bila sisa hasil bagi sama dengan 0 maka bilangan itu adalah bilangan genap tetapi bila sisa hasil bagi sama dengan 1 maka bilangan itu adalah bilangan ganjil.

r4ndiel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *