Aku, angin gersang untukmu

ah, belaian angin gersang..
perlahan namun menakutkan..
Seperti ombak, terbentur tak beraturan..

Seperti pikiran ini,
menyeret langkahnya menelusuri jejak-jejak kenangan,
yang sudah tak beraturan,
coba mencari dimana tempat kenangan-kenangan tentangmu kubuang..
dalami pikiran, mencoba ciptakan satu puisi untukmu lagi..

Langit malam tentu tahu seperti apa rasaku untukmu..
tapi tak mungkin, lagi pula juga tak adil,
jika ku paksakan rasa ini padamu lagi..

Andaikan, kau inginkan angin yang lebih lembut untukmu..
pergilah kearah pagi, kearah mentari belum datang..
tinggalkan saja aku disini, seperti ini..
tinggalkan saja kisah kita, meracau dengan keinginannya yang sudah gagal itu..

Walau hanya sekejap..

sudah…

aku sudah bersamamu, itu cukup.

Kupang, 18 Juli 2011 – r4ndieL

r4ndiel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *