Aku benci detik.

Satu lampu dengan pendar-pendar keemasan
Diatas kepala matanya memincing curiga
Sementara aku tertunduk, menulis.
Mencoba membahasakan sejenak rasa yang tadi lewat:
Yang kubenci detik-detik itu.
Bunyi yang sama sehari setelah kau pergi.

– r4ndieL (Juli 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *