Belum ada Judul

Ku benci kau layaknya ku benci panas api
Ku cinta kau layaknya cintaku pada mentari
Ah, habis sudah kau rampas hatiku
Setelah itu kau rampas juga diriku.
Benar-benar tersiksa
Benar-benar merana
Seakan tiada lembayung untuk sang Senja
Tiada sarang untuk teduhan si Merpati
Seolah terpaksa harus berjalan sendiri
Lantaran keadaan rengkuh mencekik cinta.

Aku, menikmati keajaiban disela pendar senja
Bertanya mengapa Tuhan memberi seni pada jiwa
Tetapi memberi pula putus asa dan dahaga
Mengapa Tuhan memberi juga cinta
Kepada mereka yang nanti akan membuangnya.
#jj

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *