Bulan dan Secangkir Kopi

Bulan diatas kota mati nan sepi
Aku dan secangkir kopi untuk dahaga hati.
Sedang senja usai temaram dibatas kota
Temani langkah kaki yang kian letih
Mendendang detak-detak pelan dan resah
Aku di batas kota dengan sejuta tanya

Hitam merangkak perlahan pasti
Menutup sela-sela cahaya mentari
Menjadikan malam saga menyesak hati
Dan titik titik gelap itu melangkah pergi
Pena. Kau tahu aku butuh tinta
Rasa. Kau tahu aku butuh cinta
Asa. Kau tahu aku butuh makna
Secangkir kopi temani tinta ‘tuk menulis cinta tanpa makna.
Pena, rasa dan asa. Tidakkah kalian mengerti sepi sejatinya selalu ada?
Dan aku terus mengenang cerita usang yang habis tergilas masa.
Bulan diatas kota mati nan sepi
Bulan diatas kota mati nan sepi
Secangkir kopi untuk dahaga hati.

r4ndiel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *