Coret-coret otak kanan

 

Bintang diatas meja.
Semakin malam semakin rindu
Dan cuma kami bertiga, bintang, aku dan sepi.
Aku cuma lelaki tanpa kekasih.
Karna ia pergi tak kembali.
Sudah kucari tapi tak ku dapati
Semakin hari semakin kuat rindu.
Mungkin karena rumusnya yang selalu berbanding lurus dengan waktu..
Kita sudah tidak bersama tapi rasanya baru kemarin itu semua terjadi.
Aku rindu.
Ada satu saat ketika aku menginginkanmu dengan sangat.
Sangat rindu untuk memelukmu kembali.
Dan bagaimanapun, kamu tidak tergantikan.
Bahkan dengan 1000 kembaranmu. tidak akan sama.
Pernah kita seperahu, mendamba hadir senja yang ungu itu,
Tetapi aku mendapati diriku sudah didaratan
melihat kau diantara hembusan angin dan mentari senja
Perahu yan membawanya,
Angin yang menggeraikan rambutnya,
Lautan yang memangkunya,
Juga ombak yang menyair perempuanku pergi..; kalian semua.
Akan kuserapahi kalian hingga kalian membawanya kembali.
Sebab kami masih punya mimpi yang belum dilunasi.
Dan benar kalau kita sepertinya tak bisa lagi bersatu.
Tapi aku sayang kamu..
Ya, bajingan tengik ini masih mencintai kamu.
Mimpiku suatu saat kita berdua berdiri menatap mentari yang baru tenggelam Itu dan kau genggam tanganku, ku tarik napas yang panjang dan ku ucapkan Dalam hatiku bahwa aku sayang kamu.. tersenyum kau balas senyumku dan Saat itu kita berdua tahu bahwa kita berdua bahagia dengan cara kita sendiri..
Mestinya kita sama-sama mengakui kerinduan untuk waktu-waktu dulu yang Pernah kita lewati bersama.. sekarang ku tuliskan lagu dan ku coba nyanyikan untukmu..
Sebuah puisi tentang kamu dan kenangan.
Sebab ego tidak selamanya harus menang.
Tapi jangan salahkan waktu, sayang..
Waktu tidak pernah salah, tidak juga terikat pada seseorang..
Salahkan pilihan dan ego..
Karena setelah waktu membawa kesempatan pada kita,
Pilihan membuat kita bimbang dan ego akhirnya merebut kesempatan dari kita..

Kini aku berkata untuk telingaku,
Menenangi pikir yang terbang mencari;
“cintaku pergi tak kunjung pulang
sedang rasa semakin gamang
tapi kutunggu dibentangan belantara
saat kau pulang dengan rindu yang sama.
menunggu lagi. menanti lagi
sedang pagi sudah jauh pergi
suatu saat kalau kau datang kembali
percaya saja, aku masih disini.”

biarkan dawai yang terputus itu tetap menjadi saksi
bagaimana bunyi gitar ini menjadi tidak harmoni..
biarkan ia mendengarkan pedihnya alunan gitar ini karena kepergiannya..
biar ia tahu kalau memang gitar ini tak akan pernah lengkap tanpanya. miss you my lullaby.
menghitung detik yang terlewatkan tanpamu.. entah berapa lama itu.. yang ku tahu, aku masih merindukanmu..
semua tak sama… apa yg kupeluk, apa yang ku kecup..
sehangat pelukmu, selembut belaimu..
tak ada satupun yang mampu sepertimu..
cintaku tak seperti asap rokok, yang menghilang diantara pandangan dan awan.. dan akhirnya menghilang ditelan batas angan.

r4ndiel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *