Dia.

Dia..

Dia ada dan dia merana
Dia bicara tapi terluka
Merajam dalam lelah
Sebab takdir memutar arah

Dia dikejar rasa bersalah
Sedu sedan mata bersimbah
Dendam duka mengalir didarah
Sedang hati tiada lagi tabah.

Aku dan masa hanya bisa melihat
Berdehem tentang pilunya kisah
Sementara ia menggumam marah
Berlalu. Pergi. Sinis mata berkilat.

Kemana? Tanya mereka
Aku pergi. Jawabnya.
Kembali ke masa silam
Ke peraduan tempatku karam.

Dia terluka sebab putik sudah gugur
Tercerai berai dihempas nafsu garang
Atas nama cinta yang luhur
Berakhir pada sesal tak berujung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *