“Dibeli dengan rayuan, dibayar dengan penyesalan.”

“Terlanjur cinta”, dia bilang
“Terlanjur sayang”, dia bilang

sedang iman lelah melawan
rayuan ganas jiwapun meradang
diatas alas dia relakan
tak disangka sesal belakang

berandai-andai.
Jika saja.
Coba saja.
Waktu diputar lagi.

Ah. bodohnya diri
Percaya pada janji.
Sandiwara sudah terjadi
Sesal akhir tak guna lagi.

– r4ndieL (12 Juni 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *