Hutang rindu yang tak terlunasi

Entah kapan bisa kita lunasi,
hutang rindu yang tertunda sejak ketika itu..

Aku masih mengingat detil-detil janji..
Detik demi detik, kata demi kata..
Ketika kita akan berpisah dulu,
yang ku kira hanya akan sementara saja..

Entahkah nanti kita bersua?

Sedang rindu ini sudah terhambat kisahmu,
yang kini sudah berdua..

Padahal, kau tahu dengan baik,
bahwa aku menunggumu, disini..
Seperti mentari yang menunggu untuk terbit lagi, esok pagi.

Menunggumu melunasi hutang janji itu..

ah.. aku terlalu rindu..

Harapku, jika memang tak dapat kau lunasi janjimu,
setidaknya dapat ku lunaskan rinduku..
pada bibirmu yang telah membawa separuh diriku,
pada harum tubuhmu yang sedikit tertinggal diantara kulitku..

Maaf, jika pernah kau rindukan aku juga dalam tangismu..

Maaf, karena telah rindu padamu,
walau ku tahu ada lengan lain yang memelukmu erat..
ada bibir lain yang kini kau kecup mesra..

Semoga bahagia disana..

semoga bahagia..

r4ndiel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *