Itulah manusia

lekas-lekas mengumbar sifat manusia seberang,
macam pasar lebah-lebah dihari minggu.
sedang sifat beruk ditutupi
lantaran malu kurap pada setiap sudut ketiaknya..

Itulah hidup, itulah manusia..
dua-duanya mulia,
hanya saja pelakonnya terlalu banyak membual,
membuat muntah kucing-kucing pasar ikan,
apalagi mereka yang tak mengerti seni peran sang durjana setan.

ah sudahlah,
berlalu saja dengan si omnivora yang suka memakan semua aib temannya,
toh yang dimakannya juga adalah kotoran,
lebih tepatnya muntahan kenyataan..

jalan saja,
semut saja selalu memandang kedepan, masak anda yang budiman harus memendam dendam..?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *