Kopi dan nafsu!

Apa yang menahanku melupakanmu,
Mungkin bayangmu ataukah senyummu.

Secarik kertas digores tinta kisah,
Sobek direngkuhan waktu
menggiling semua memori menjadi abu.

Pada kisah yang dikekang waktu
Membekas hitam secangkir kopi
Tempat ku tumpahkan semua kekesalan hati,
Pada kenyataan yang selalu berbeda dengan ekspektasi.

Kopi, teman ku menuliskan diari tentang hidupku
Yang semena-mena dan cinta yang melacur pada budak-budak nafsu!
Bagiku, meneguk Kopi adalah melawan lupa
terhadap sejarah dan pahitnya
hari-hari hidup yang singkat.

r4ndiel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *