Masih

Deretan pasir menggumpal disebagian remang senja, terpesona dalam enggannya bunyi dan kata, semilir ia berbicara tentang damai yang ku inginkan. Sebuah damai semu yang tidak pernah terpenuhi, sekalipun tidak pernah mampu memuaskan. Mungkin setidaknya aku bisa menganggapnya pengusir kebosanan hati, sebab aku sendiri bisu diantara gemericik air, sementara sepi tetapi saja membayangi, menjadi teman yang bahkan tetap hadir meski tak pernah lagi ku hargai. Damai itu adalah damai kesunyian, mengintip dibalik remang cahaya redup, mungkin bisa juga ku sebut kesepian. Tapi benarkah damai itu yang ku cari, benarkah kesepian adalah damai yang ku inginkan. Apa iya kesunyian bisa selamanya hadir, sementara dirimu mampu membuat sepi bertingkah seperti anak bau kencur yang jatuh cinta dengan lolipop pertamanya.
Ku tulis sepenggal kisah kita pada sebuah lapang pasir tepian pantai, mencoba mengingat-ingat detail makna yang hampir pudar.
Ah, seandainya disini ada dirimu. Atau setidaknya ada gambar dirimu yang bisa kupandangi.
Aku terperangkap pada kenangan masa lalu sedang angan sudah ternyata tega menghempasku dan berlalu. Sekarang, disaat ini, aku terjerembab dalam perih kenangan yang sempat menyakitkan. Tapi entah apa aku menikmati, entah kenapa kepahitan itu sepertinya nikmat, seakan menikmati kopi pahit tanpa sebait cerita, terdiam diantara sepi dan sunyi tetapi tetap saja mampu menyunggingkan bibir ketika dimaknai.
Dua menit, beri aku dua menit lagi untuk kunikmati saat-saat terakhir matahari itu tenggelam. Beri aku dua menit terakhir, biar ku lihat birunya wajah alam, setidaknya gar aku tidak menambah deretan penyesalan karena tidak menikmati seluruh kisah ini. Sebab jika aku tidak juga puas dengan yang hari ini diberikan padaku, bagaimana bisa ku tatap mentari ini ketika esok ia datang lagi?
Kisah kita adalah kisah tentang makna, memang tidak ada roman, puisi ataupun cerita indah, tapi aku merindukannya, merindukan saat-saat yang tidak romantis itu, tetapi tetap bisa membuat kita berdua tertawa, Ah, indahnya saat-saat itu.
Aku disini, sendiri dan menanti.
Sedang temanku adalah sunyi dan sepi
Jika nanti kau juga tidak mampu untuk kembali
aku akan mengerti bahwa memang selama ini aku bermimpi.
#jj

r4ndiel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *