Pagi Sepat

Inilah kesempatan yang patah,
Tanpa warna jika boleh,
Hanya sebuah dan bukan jingga
Berjalan bersama pagi yang cemburu buta.

Pahit, pagi yang merana
menahan angin agar tak gugur daunku
sedang ranting kering terkulai
terluka dibakarĀ isi hati sang senja.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *