Samar

Wangi yang samar
Aku mengingatnya
Dari yang dulu, tetap bergetar
Kau sudah pergi

Yang ingin kudengar
Harum yang samar
Dari bahasamu
Ketika itu, masih dulu.

Ketika itu hanya dua
Tidak ada selain kita
Harapanku tiap saat
Lagi, dalam hatimu ku tersesat

Bercampur dalam-dalam
Pecah berantakan
Aku dan hatiku
Diantara malam bisu

(Sedihkah?
Jangan paksa aku
Dendamkah?
Semoga tidak begitu.)

– r4ndieL

r4ndiel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *