Tak Sepadan (Chairil Anwar)

Aku kira
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros

Dikutuk-sumpahi eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satupun pintu terbuka

Jadi baik kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka.

– Chairil Anwar (Februari 1943)

Nanti, ketika sudah mencapai bahagia
Lupakan semua
Pahit yang pernah manis
Agar kau tersenyum
bukan karena ingatan.

Syair ini menggerogoti isi hati
Menceritakan kembali kisah lama
Tentang perjalanan kita

Memangnya siapa yang terpangang,
Jika unggunan tak kita padamkan?
Bukankah madu dan dunia
Telah kita kecap bersama?

Aku terpanggang lantang
Jelas kau berlalu dengan belakang
Buta terluka
Sedang pintu tak kunjung terbuka
Sedari-manakah kita melangkah?
Sementara ujung jalan tak kunjung merekah.

– r4ndieL (30062015)

r4ndiel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *