Tersesat.

Sudah lama pikirku hilang, tapi masih ada disitu..
Ternyata ia tersesat..
Aku mencoba mengintip, kulihat ia tersaruk-saruk,
tertatih berjalan ke arah barat,
sambil memanggul bulu semunya yang berwarna pelangi..
Dibelakangnya,
puluhan pejantan mengejar, berkokok riang..
dengan menarik kantong berisi beras dan jagung..
Ia dipersimpangan kebenaran…

Jiwanya terluka, tersiksa, mencoba berteriak..
tapi tubuhnya tersenyum manja, mencoba menggoda mata..

Seruan iman bertalu, mengajaknya ke arah barat..
Seruan pejantan membelokkan langkahnya ke arah timur..

Ku dengar nyanyian pilunya.. entah harus sampai kapan?
Ku pikir sudah pergi, ternyata masih disitu.
kamu terlalu cantik untuk berjalan dijalan itu..

– r4ndieL (15 Juni 2015) (Disadur dari “CFC – Kitab Cinta Iip W.”)

r4ndiel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *