Pengantar Algoritma dan Flowchart (Bahan buat belajar Web juga ternyata, hahaha :D)

Apakah memang penting belajar Algoritma dan Flowchart ketika akan belajar pemrograman Web?

Jawabannya bisa ya dan tidak. Jika anda memang sudah terbiasa dengan berpikir secara sistematis seperti yang biasa dilakukan oleh para programmer maka sebenarnya belajar algoritma sudah akan secara otomatis anda pelajari ketika belajar pemrogramana web ataupun pemrograman lainnya. Tapi jika memang anda benar-benar baru dalam dunia pemrograman maka ini adalah menu pertama anda sebelum anda mencoba melangkah jauh ke dalam rimba pemrograman.

Apa itu Algoritma dan Flowchart?

Menurut saya pribadi sebenarnya kedual hal ini sama saja, keduanya merupakan “metode” untuk membiasakan pikiran kita mengikuti alur sistematis ketika hendak membuat sebuah program. Secara teori, Algoritma berarti urutan langkah-langkah logika yang menyatakan suatu tugas dalam menyelesaikan suatu masalah atau problem, dan flowchart adalah “pengejewantahan” alias implementasi Algoritma dalam bentuk visual berupa “chart” yang dapat membuat kita gampang untuk mengingat langkah-langkah logis dari sebuah algoritma.

Bayangkan saja ketika anda hendak membuat kopi didini hari untuk menghilangkan rasa kantuk. Apa saja yang anda perlu lakukan untuk bisa menikmati segelas kopi itu disebut Algoritma. Secara keilmuan dapat kita tuliskan sebagai berikut.

Algoritma membuat kopi ditanggal 30 April dini hari.

  • Persiapkan gelas, sendok, Kopi (tanpa gula), dan air panas.
  • Untuk mendapat air panas perlu: mempersiapkan api yang berarti anda perlu menyiapkan sumber pemanas air seperti kompor, korek api atau pemantik gas dan dandang.
  • Periksa apakah kompor memiliki minyak tanah atau tidak.
  • Jika kompor tidak memiliki Minyak tanah, periksa apakah anda memiliki Dispenser air atau pemanas air lainnya. Jika ya, lanjutkan ke langkah berikut, jika tidak kembali ke langkah kedua.
  • periksa apakah korek api dapat digunakan atau tidak, jika ya, gunakan korek api, jika tidak periksa apakah pemantik gas dapat digunakan atau tidak, jika ya gunakan pemantik gas, jika tidak pinjam ke tetangga yang masih bangun.
  • Setelah anda mendapatkan sumber pema
    nas air, panaskan air.
  • Persiapkan kopi didalam gelas dan tunggu hingga air mendidih, Jika sudah mendidih lanjutkan ke langkah selanjutnya.
  • Tuangkan air panas kedalam gelas yang sudah berisi kopi.
  • Aduk perlahan hingga kopi tercampur dengan merata dan mengeluarkan aroma khas yang anda sukai.
  • Kopi siap dinikmati dan pekerjaan dini hari siap dilanjutkan.

Implementasi Flowchart

Kira-kira seperti itulah flowchartnya. Mengenai Simbol-simbol bagun datar yang digunakan dalam sebuah flowchart tentu ada peraturannya sendiri. Misalnya persegi panjang digunakan untuk “proses”, belah ketupat digunakan untuk “pengambilan keputusan”, jajar genjang digunakan untuk “display/menampilkan input output”, sedangkan persegi dengan radius korner hampir menyerupai lingkaran menunjukkan bagian “start/stop” suatu flowchart. garis-garis panah menunjukkan “arah proses”, segi enam menunjukkan “proses pengulangan”. Selengkapnya tentang Simbol Flowchart bisa dilihat disini -> https://www.smartdraw.com/flowchart/flowchart-symbols.htm.

Tambahan Pemahaman dan Tanya Kenapa?

Didalam pemrograman sendiri dikenal tanda semi-colon “;” alias titik koma yang merupakan bagian akhir dari sebuah baris program. Banyak programmer yang selalu kewalahan karena banyak error muncul pada program yang dibuatnya ketika debugging karena lupa menambahkan tanda semi-colon ini pada akhir baris programnya.

Dalam pemrograman Web, menggunakan algoritma tidak diwajibkan namun cara berpikir dengan menerapkan logika sistematis perlu anda miliki, setidaknya agar anda bisa memahami model desain seperti apa yang akan anda buat, tata letak seperti apa bahkan aplikasi web seperti apa yang ingin anda bangun. Semuanya itu dibayangkan dengan pemikiran sistematis seperti ketika memahami sebuah algoritma. Saya sengaja menggaris bawahi dibayangkan karena memang hampir semua sistem yang dibangun harus diawali dengan sebuah bayangan tentang bagaimanakah sistem yang akan dibuat ini akan bekerja, untuk tujuan seperti apa dan bagaimana kira-kira bentuk dan fungsinya nanti. Tentang warna, pilihan huruf dan isi yang ada didalamnya dapat dipikirkan selanjutnya setelah anda memperoleh gambaran awal tentang model sistem ataupun model desain yang ingin anda buat.

Contohnya ketika anda ingin membuat sebuah halaman website, anda perlu membayangkan seperti apa nantinya bentuk halaman website tersebut, apakah memiliki navigasi dibagian atas secara horisontal ataukah navigasi berada pada bagian sisi secara vertikal, dan apakah navigasi pada sisi itu berada pada bagian kiri ataukah kanan website. Apakah perlu ada header yang besar ataukah yang kecil, apakah perlu ada footer ataukah tidak perlu. kemudian apakah perlu ada pembagian konten didalamnya ataukah tidak, dan masih banyak lagi aspek yang perlu anda bayangkan ketika hendak membuat sebuah halaman website.

Untuk masalah bayang-membayangkan (asal jangan membayangkan anak orang :p) anda bisa mengunjungi halaman web yang mungkin anda sukai dan jadikan halaman tersebut sebagai referensi untuk project anda sendiri.

Sekian dulu untuk artikel kali ini, jika memang masih ada yang ingin ditanyakan, tinggalkan saja pesan pada kolom komentar dibawah ini.

Salam, JJ.

r4ndiel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *